Info
firstname: setanq-bur
lastname:
fullname: setanq-bur
email:
 Archives
August 2006
 Links
     
     
     
 
 
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

  

      Setanq-bur.blog 

Wednesday, August 09, 2006
SULTAN AGUNG

Nama aslinya adalah Sulta Agung Hanyokro-kusumo yang lahir di kota Jogyakarta.

Ditahun 1613 pada usianya genap dua puluh tahun sudah diangkat menjadi raja Kerajaan Mataram. Bisa dikatakan seluruh pulau jawa dibawah kekuasaannya dan melakukan hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan lainnya.
Disaat kejayaan Sulta Agung bersamaan pula waktu itu kompeni Belanda mulai menguasai daerah-daerah di Indonesia seperti Jakarta dan terus berusaha mempeluas jaringan kekuasaan.
Nampaknya Sulta Agung harus melakukan tindakan atas gerilya yang dilakukan oleh kompeni Belanda. Mulailah Sultan Agung memperbesar pasukan dan memperkuat angkatan perangnya guna melawan Belanda.
Pada tahun 1628 dilakukannya serangan pertama terhadap Belanda oleh Sultan Agung yang didukung juga para pemimpin panglima perang lainnya. Akan tetapi serangan ini berakhir dengan kegagalan dikarenakan pasukan Belanda dengan cepat dapat mendatangkan bala bantuan.
Kemudian Sultan Agung tidak pantang menyerah, dilakukannya kembali serangan yang kedua pada tahun 1629 yang mana pasukan Mataram bergerak ke Jakarta (pada saat itu Batavia namanya). Persiapan Sulta Agung kali ini lebih baik dari yang sebelumnya. Lalu kota Batavia bisa dikepung dengan ketat. Dimana senjata-senjata maupun meriam-meriam Mataram menghujani benteng pertahanan Belanda. Akan tetapi hal ini tidak berlangsung lama dikarenakan pada saat itu terjadinya wabah penyakit sehingga banyak pasukan Mataram terjangkit wabah penyakit tersebut akhirnya pada meninggal dunia. Belanda pun sembari membakar tempat-tempat penyimpanan makanan para pasukan Mataram, sehingga serangan kedua ini gagal lagi.
Lalu Sulta Agung mundur kembali ke Mataram dan disini memperkuat pertahanannya serta memakmurkan rakyatnya. Sulta Agung menunggal dunia tahun 1645. Sebelum akhir hayatnya Sulta Agung berhasil membawa Mataram ke puncak kejayaan. Dan jenazahnya dimakamkan di pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri.

Posted by setanq-bur @ 2:04 AM

SINGAMANGARAJA XII


Nama aslinya adalah Pantuan Bosar Ompu Pulo Batu tapi lebih dikenal dengan nama Si Singamangaraja XII yang lahir di Bakkara, Tapanuli pada tahun 1849.

Dia diangkat menjadi raja pada tahun 1867 menggantikan ayahnya. Pada masa itu kekuasaan kolonial Belanda mulai memasuki daerah Tapanuli. Dengan cara apapun Belanda menduduki Tapanuli Si Singamangaraja tidak rela dan untuk mengingkapinya ia melakukan persiapan-persiapan untuk menghadapi segala kemungkinan.

Dan mulailah pada tahun 1878 serangan dilancarkan terhadap pasukan Belanda di Bahal Batu dekat Tarutung. Setelah itu pertempuran merambah ke tempa lain seperti Balige dan Bakkara. Dikarenakan pasukan Si Singamangaraja kekurangan senjata maka mundur dari Bakkara.

Kemudian ditahun 1883 kedudukan Belanda di Uluan diserang dan juga Balige oleh pasukan Si Singamangaraja yang cukup kuat. Dan ditahun 1884 pasukan Belanda berhasil dihancurkan. Tapi Belanda melipatgandakan kekuatannya.

Si Singamangaraja XII memindahkan markasnya ke Lindong dan tahun 1889 tempat ini di gempur oleh Belanda dan Belanda ingin sekali menangkap Si Singamangaraja baik hidup maupun mati tapi ia berhasil lolos dari pengejaran Belanda.

Bertahun-tahun Belanda sering melakukan gencaran guna mengepung Si Singamangaraja tapi selalu saja Belanda tidak dapat mengangkap Si Singamangaraja. Akhirnya Belanda mengetahui tempat persembunyian Si Singamangaraja di hutan daerah Simsim.

Lalu pada tanggal 17 Juni 1907 tempat itu dikepung ketat oleh Belanda dan meminta Si Singamangaraja XII menyerah tapi permintaan tersebut ditolak. Pertempuran dilanjutkan akhirnya Si Singamangajara XII gugur dalam pertempuran ini. Dan dimakamkan di Tarutung, lalu dipindahkan ke Balige dan akhirnya di pulau Samosir.

Tahukan anda, bahwa Si Singamangaraja mempunyai kekebalan terhadap serangan peluru yang menghantamnya, namun kekebalan ini akhirnya bisa dikalahkan dengan mengetahui kelemahannya oleh Belanda

Posted by setanq-bur @ 1:12 AM